English Indonesian

Olah Raga Tradisional

Sebagai daerah yang dilewati sungai terbesar di Kalimantan Timur, sebagain besar penduduk Kutai Kartanegara banyak beraktifitas bahkan menggantungkan hidup dari sungai Mahakam.Baik sebagai transportasi, maupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai wadah nelayan untuk berusaha dari perikanan tangkap ataupun budidayanya. Pentingnya Mahakam di kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara tersebut digambarkan dalam pesta adat seni dan Budaya Erau, termasuk pada Erau Pelas Benua dan Internasional Folklore and Art Festival ( EIFAF ), yaitu melalui lomba Gubang Panjang atau Perahu Naga. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara pada Erau tahun ini lomba Gubang Panjang diikuti 21 tim.

Sebanyak 21 tim tersebut terdiri dari 16 tim kategori umum dengan jarak lomba 750 meter, dan 5 dari kategori pelajar dengan jarak lomba 500 meter. Peserta sebagain besar berasal dari beberapa kecamatan se Kutai Kartanegara dan tim dayung dari Bontang. Setiap tahunnya jumlah peserta umum meningkat, lomba Gubang Panjang di saksikan di sepanjang tepian timbau oleh masyarakat dan pejabat daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui panggung tepian Mahakam depan Rumah Jabatan Ketua DPRD Kutai Kartanegara.Biasanya lomba Gubang Panjang/ perahu naga tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni babak penyisihan dan babak final yang berlangsung di alur sungai Mahakam Jl Wolter Monginsidi,Tenggarong.Untuk pemenangnya, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kutai Kartanegara menyediakan hadiah berupa uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan.

Olahraga Gubang Panjang / Perahu Naga ini untuk menggambarkan pentingnya Sungai Mahakam bagi masyarakat, serta untuk mengembangkan dan mempertahankan olahraga tradisional yang sudah ada sejak dulu. Untuk diketahui ada Sembilan olahraga tradisional khas rakyat Kutai yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kutai Kartanegara pada Erau setiap tahunnya, yaitu Hadang, Betisan, Behempas Bantal, Behempas Penjalin, Kelom Panjang, Be-Gasing, Be-Logo Menyumpit, dan Gubang Panjang. Selain memeriahkan Erau Pelas Benua dan Internasional Folklore and Art Festival( EIFAF ), olahraga tradisional untuk melestarikan permainan olah tubuh yang ada dimasyarakat KutaiKartanegara. Pelaksanaan Olahraga tradisional tersebut digelar selama enam hari, sebagian besar dilaksanakan di tepiansungai Mahakam jl KH Akhmad Mukhsin Tenggarong, kecuali sumpit di halaman Planetarium Jagad Raya dan Gubang Panjang/ perahu naga di sungai Mahakam jalur kelurahan Timbau Tenggarong.


  • CIOFF
  • EIFAF 2016
  • Pemerintah
    Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Flag Counter