English Indonesian

Peragaan Busana Adat Daerah

Dalam memeriahkan Erau Pelas Benua dan dan International Folklore and Art Festifal (EIFAF) maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabubaten Kutai Kartanegara yang bekerjasama dengan Asosiasi Duta Wisata Indonesia Adwindo cabang Kutai Kartanegara, mengadakan pagelaran busana adat Kutai, Dalam hal ini Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memiliki kekayaan budaya diantaranya terlihat dari Beragam baju adat yang dimilikinya.

Peragaan busana adat daerah Kutai ini di selenggarakan setiap tahunnya untuk memperkenalkan kepada generasi muda dan dapat melestarikan pakaian adat Kutai. Terdapat banyak sekali busana adat daerah Kutai yang memiliki ke khasan masing – masing, diantaranya Baju Anta Kusuma. Baju Anta Kusuma ini lebih di kenal dengan Kutai Kuning adalah baju pengantin kebesaran Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, baju ini pada jaman dahulu hanya boleh di kenakan oleh kalangan bangsawan saja, sedangkan kalangan rakyat biasa tidak di perbolehkan memakainya. Sesuai dengan namanya Kutai Kuning, baju ini memiliki warna dasar kuning dengan aksesoris keemasan, baju ini melambangkan kebesaran Kerajaan Kutai Kartanegara dengan tergabungnya beberapa aksesoris dari negara Cina, Arab, serta beberapa daerah yang ada di Indonesia seperti Bugis, Palembang, serta Kutai sendiri. Hal ini membuktikan betapa kayanya nilai - nilai seni yang di junjung pada zaman dahulu yang harus terus di lestarikan.

  • Baju Kustim, baju ini lebih di kenal dengan nama kutai Hitam merupakan salah satu baju kebesaran pengantin Kutai Kartanegara yang mana dapat di bedakan fungsi dan kegiatan acaranya. Baju kustim juga biasanya di pakai dalam upacara adat lainnya. Baju Kustim ini memiliki riasan kepala dengan sanggul yang bernama Tali Kuantan dan memakai satu kembang goyang serta untaian melati yang melilit Sanggul Tali Kuantan untuk riasan pengantin wanitanya. Sedangkan Prianya memakai Topi berbulu yang di sebut Setorong, sementara aksesorisnya hanya memakai kalung panjang dan bros, serta engkalong naga dua. Dan dalam upacara bepacar meliki perbedaan yaitu Pengantin wanitanya memakai mahkota yang di sebut Sekar Suhun dan bagian mukanya di tutup oleh cadar.
  • Baju Kutai Setengah di sebut juga Tenu Kutai Setengah adalah baju pengantin kebesaran Kutai Kartanegara juga, tetapi di pakai dalam acara khusus Naik Mintuha.
  • Baju Sakai, Baju Saki adalah baju Adat Kutai yang di pakai oleh putra putri keraton, yang fungsinya untuk upacara mandi - mandi pengantin Adat Kutai.
  • Baju Taqwo Setempik, Baju Taqwo Setempik ini adalah merukan baju Adat Kutai yang di pakai oleh Bangsawan Kutai. Baju Taqwo Setempik ini berfungsi atau biasa di gunakan untuk menghadiri upacara Bepacar dalam adat Perkawinan Kutai.
  • Baju Taqwo, Baju Taqwo ini merupakan Baju Adat Kutai yang biasa di pakai oleh kalangan bangsawan Kutai, Baju Taqwo berfungsi sebagai baju yang biasa di pakai untuk menghadiri upacara naik pengantin atau resepsi pernikahan dan biasanya juga di pakai untuk menghadiri upacara Erau
  • Baju Cina, Baju Cina adalah baju yang di pakai sehari - hari di kalangan orang biasa maupun di kalangan Bangsawan Kutai Kartanegara pada waktu dulu. Baju Cina berfungsi sebagai baju dalam kegiatan adat biasanya di pakai pada waktu menghadiri Upacara adat mandi - mandi atau ngulur naga pada waktu Erau.
  • Baju Penggapit, Baju Penggapit yang digunakan hanya untuk mendampingi atau menggampit pengantin yg telah memakai Baju Anta Kusuma dalam kegiatan adat perkawinan naik pengantin atau resepsi pernikahan.

  • CIOFF
  • EIFAF 2016
  • Pemerintah
    Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Flag Counter