English Indonesian

Kutai Kartanegara Art And Craft Expo

Setelah menyaksikan pembukaan Upacara Erau International Foklore and Art Fesitifal (EIFAF), Gubernur Kalimantan Timur Dr Awang Faruk Ishak beserta Direktur Jendral (Dirjen) Pemasaran Kementerian Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Esti Reko Rastuti, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, seluruh kepala SKPD, unsur Muspida, dan sejumlah undangan VIP lainnya menuju Gedung Serbaguna Stradion Rondong Demang Tenggarong. Untuk melanjutkan rangkaian kegiatan acara berikutnya yaitu Pembukaan Acara Expo yang di laksnakan di Gedung Olahraga Bulu Tangkis, Komplek Stadion Rondong Demang Tenggarong.

Lokasi Expo EIFAF yang tidak jauh dari Stadion Rondong Demang Tenggarong tempat pembukaan EIFAF pembukaan Kutai Kartanegara Art And Craft Expo diresmikan oleh Gubernur Kaltim Dr Awang Faruk Ishak dan di hadiri oleh Direktur Jendral (Dirjen) Pemasaran Kementerian Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Esti Reko Rastuti, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dan seluruh kepala SKPD, unsur Muspida dan sejumlah undangan VIP lainnya.

Kegiatan Expo ini selalu di laksanakan setiap kali ada event di Kutai Kartanegara, Pengambilan tema Kutai Kartanegara Art And Craft Expo berbasis pada Kerajinan dan Seni Budaya Kreatif yang ada di Kutai Kartanegara. Expo kali ini di ikuti lebih dari 33 Pengrajin dan pelaku seni Kreatif Kutai Kartanegara, mereka akan menampilkan dan memerkan hasil kerajinan, benda - benda seni dan produk kreatif mereka.

Jika pada tahun sebelumnya berupa Pameran Pembangunan yang di ikuti oleh instansi Pemerintah dan Swasta, maka pada tahun ini Kutai Kartanegara Art And Craft Expo memerkan Karya Seni dan Kerajinan yang di hasilkan langsung oleh para Pengrajin, Seniman dan Pekerja Produk Kreatif yang ada di Kutai Kartanegara.

Dengan di gelarnya Kutai Kartanegara Art And Craft Expo maka hasil Kreasi masyarakat yang saat ini belum mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk memamerkan dan memasarkan hasilnya secara lebih luas maka Hasil Kerajinan masyarakat ini bisa lebih di kenal juga karna bertepatan dengan pelaksaan Erau International Folklore And Art Festival ( EIFAF ).

Kutai Kartanegara Art And Craft Expo memiliki tujuan utama dalam Kegiatan Expo ini adalah untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya para Pengrajin, Seniman, serta Pekerja Produk Kreatif dengan Perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara. Perlu di ketahui bahwa melaui program Corporate Social Responsibility (CSR) maka Perusahaan - Perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara juga telah ikut berpartisipasi dalam acara Kutai Kartanegara Art And Craft Expo.

Ada sekitar 50 stand pameran berupa berbagai barang kerajian khas Kalimantan Timur yang terpajang di 50 stan tersebut, expo ini selain untuk mendukung pelaksanaan EIFAF. Juga yang lebih penting adalah bagaimana produk kerajinan yang ditampilkan di ajang ini sebagai media promosi atas capaian kreativitas masyarakat pengrajin dalam meningkatkan pendapatan mereka, kerajinan khas daerah Kalimantan Timur dan Kutai khususnya ini patut di dorong perkembangannya. Karena bentuk, tampilan dan kegunaannya tidak kalah menarik dengan produk kerajinan di daerah lain di nusantara ini, seperti Kain tenun ulap doyo khas Dayak Benuaq, yang sangat khas dan hanya ada di Kutai Kartanegara.

para tamu undangan yang hadir berkeliling melihat semua yang di tampilkan oleh masing – masing stand Expo, seperti Gubernur Kaltim Dr Awang Faruk Ishak yang mengapresiasi expo ini dengan membeli sejumlah barang yang dipamerkan diantaranya kain tenun dan tekstil bercorak suku pedalaman Kalimantan. Gubernur Kalimantan timur juga tertarik dengan mengkoleksi sejumlah soufenir dan aksesoris perhiasan wanita. Hal yang sama juga dilakukan Dirjen Pemasaran Esti Reko Rastuti dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Menanggapi pelaksaan EIFAF Gubernur Kaltim Faruk Ishak mendukung dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang mampu melaksanakan even budaya terbesar di Kalimantan Timur ini dengan meriah. Gelaran EIFAF bukan hanya merupakan profil seni budaya Kalimantan Timur dan Kutai khususnya namun di sisi lain sebagai bentuk edukasi bagi generasi muda kita untuk lebih mengenal budaya dan kebudayaan internasional.

Erau Adat Kutai yang dikemas melalui EIFAF sungguh bernuansa internasional di banding erau sebelumnya yang juga melibatkan negara manca negara, maka diharapkan ke depan pelaksanaan erau dapat lebih meriah lagi.


  • CIOFF
  • EIFAF 2017
  • Pemerintah
    Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Flag Counter