English Indonesian

Tari Endanau Dan Temengang Madang

Senin malam, tanggal 22 Agustus 2016 bertempat di arena EXPO Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kelompok kesenian Sekar Kedaton berkesempatan menampilkan tari Endanau. Synopsis cerita Tari Endanau adalah menangkap ikan dengan cara tradisional dan cerita ini diangkat dari perkumpulan orang Kutai dalam menangkap ikan, secara khusus orang pedalaman Sungai Mahakam yang menggambarkan tari ini berasal, di mana ketika Sungai Mahakam melimpah dan melanda desa. Mereka merasa senang dan gembira karena banjir memberi berkah pada orang Kutai. Karena ketika banjir surut, mereka diberi berkah dengan banyaknya ikan yang bisa mereka panen.

Endanau berarti : aktivitas menangkap ikan di danau. Kata endanau berasal dari kata danau yang berarti berkubang di atas tanah yang luas. Di mana awalan EN menunjukkan tempat atau tempat aktivitas atau apa yang mereka kerjakan. Jadi, arti endanau adalah aktifitas menangkap ikan dengan memakai tangan atau dengan cara sederhana/dengan memakai peralatan tradisional dalam bahasa Kutai seperti Tanggok atau Sodok. Dan mereka turun ke danau laki-laki atau perempuan, tua dan muda. Tari tradisional ini terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan dan menggambarkan cara menangkap ikan dengan iringan music perkusi yang dimainkan oleh tujuh pemain. Tari kreasi ini dari Sanggar Tari Sekar Kedaton Kutai Kartanegara.

Selain kelompok Sekar Kedaton, ada beberapa kelompok lain yang berkesempatan tampil yaitu Kab. Bantul Prov. Jogja yang menampilkan tari kolosal Sugriwa Subali ,Idaho-USA menampilkan tari American Footworks Folk Dance Ensemble, dan kemudian Estonia dengan tampilan tari The National Cultural Ensemble Kirmas, dan selanjutnya tampilan dari Negara Polandia yaitu Folk Group Szamotuly dan terakhir adalah tari Temengang Madang yang merupakan tarian suku Dayak Kenya. Berikut syinopsis tari Temengang Madang

Tarian Temengang Madang /Tarian Datun Julut merupakan tarian atau kesenian masyarakat dayak Kenya pedalaman, tarian ini biasanya ditampilkan pada saat setelah selesai masa panen sebagai tanda ucapan syukur, selain itu tarian ini juga ditampilkan pada upacara perkawinan dan acara bersih desa.

Tarian ini ditarikan oleh para gadis Suku Dayak Kenya dengan berbaris ke belakang dengan formasi tarian berjajar disertai dengan gerakan-gerakan tangan yang lemah lembut dan dihiasi dengan bulu burung enggang dan diiringi oleh alat music petik dan pukul yaitu berupa sampek dan jatung utang.


  • CIOFF
  • EIFAF 2017
  • Pemerintah
    Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Flag Counter