English Indonesian

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Seremonial pembukaan Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) berlangsung kemarin Minggu 20 Agustus 2016 dengan meriah di stadion Rondong Demang Tenggarong. Pembukaan EIFAF 2016 dilakukan oleh Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof DR Endang Caturwati S.ST. MS. yang dihadiri oleh Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito, Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat, Direktur Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kaltim, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kukar, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, seluruh Raja dan Sultan Kerajaan Nusantara Indonesia yang hadir, Bupati dan Walikota se Kaltim, Pemerintah Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat dan Official serta seluruh peserta CIOFF ( International Council Of Organizations of Folklore Festivas and Folk Arts ).

Sebelum memasuki Stadion Rondong Demang, tamu dan pejabat melakukan prosesi Tradisi Tepong Tawar oleh kesultanan Kutai Kartanegara. Menampilkan parade peserta EIFAF yaitu: Marching Band Gita persada Mulawarman SMA N 1 Tenggarong pimpinan Dra Siti Purwaningsih yang didukung 51 personil dengan lagu Mainan Nasi Bekepor dan Sang Mulawarman. Kemudian dilanjutkan parade partisipan Negara Estonia didukung 23 personil, Polandia didukung 20 personil, Taiwan didukung grup Yitzy Folk Dance Theatre dengan 20 personil dan grup Luna Rhythm Dance Troupe dengan 15 personil, Lithuania didukung 25 personil, Romania didukung 25 personil, Canada/Ukraina didukung 18 personil, Idaho-USA didukung 25 orang, Bulgaria didukung 25 personil, Rusia didukung 20 personil , Indonesia diwakili kelompok kesenian Kab Kukar yaitu kelompok seni Bebaya Jepen dengan 20 personil, Uyay Tiga Dayak Kenyah dengan 10 personil, Pokan Takaq Dayak Benuaq dengan 20 personil, dan Kerukunan Dayak Modang dengan 15 personil, serta diwakili Lembaga Pembinaan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur (LPKDKK). Kemudian acara dilanjutkan Penampilan Gerbang Etam Mini Orchestra yang didukung 28 personil pemusik dan 5 personil vokalis dengan membawakan lagu Jamrut Kathulistiwa dan Bahasa Kutai. Tidak ketinggalan dari Kesultanan Kukar Ing Martadipura mempersembahkan tari Prajurit dan Puteri Memanah.

Acara pembukaan EIFAF 2016 diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sambutan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, sambutan Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito, sambutan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, dan sambutan Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof DR Endang Catur Wati S.ST. MS. sekaligus meresmikan Erau Adat Kutai and International Folk Arts Festival (EIFAF) 2016.

Pembukaan EIFAF 2016 ditandai dengan menyalakan tujuh buah brong ( Obor Besar ) yang diantaranya dilakukan oleh Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Profesor Endang Caturwati, Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito , Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisal, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Ketua DPRD Provinsi Kaltim HM. Syahrun, Ketua DPRD Kab Kutai Kartanegara Salehuddin, dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Ribuan masyarakat dan para tamu yang hadir pada seremonial Pembukaan EIFAF 2016, kembali di suguhkan tari kolosal yang bertajuk "Menjaga Adat mendulang Budaya", yang melibatkan sekitar 150 penari yang diiri music dari Gerbang Etam Mini Orchestra yang membuat kagum seluruh tamu undangan.


  • CIOFF
  • EIFAF 2017
  • Pemerintah
    Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Flag Counter